RSS
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Tarian hujan


Seseorang pernah bilang ke gue “hujan adalah tangisan langit, langit menangis hanya saja manusia tidak menyadarinya dan bahkan bersuka ria menyambut kedatangannya”. Apakah itu benar?? Gue juga engga ngerti sih, yang gue tahu hujan adalah rahmat bagi alam semesta. Ow iya, bagi gue saat yang tepat untuk menangis adalah hujan. Ga ada yang akan menyadari kalau qt menangis saat hujan. Bener kan.

Tarian hujan


Kegelapan memayungi dunia
Syahdunya nyanyian menggetarkan alam
Dinginnya rasa menyelimuti jiwa

Irama dunia telah bergema
Genderang alam telah bertabuh
Semua memuji kedatangannya
Penjuru dunia menantikan tibanya

Semua makhlukNya bersuka cita
Tertawa bebas bersama gemerisiknya
Menari indah bersama percikannya

Tahukah mereka apa artinya
Langit menangis tanda turunnya
Tahukah mereka apa maknanya
Awan besedih bukti dukanya
Tahukah mereka apa isyaratnya
Singgasana raja bergetar tanda murkanya

Benarkah itu semua
Lantas…
Masih pantaskah kita tertawa bersama iramanya?
Masih pantaskah kita menari bersama percikannya?
Lantas…
Apakah tariannya itu rahmat atau bencana?
Apakah tariannya itu berkah atau amarah?
Lantas…
Haruskah kita memuji atau memaki?
Haruskah kita menanti atau bersembunyi?

Kalau itu benar adanya
Tak perlu memaki atau bersembunyi
Tetaplah menanti dan memuji
Tak perduli bencana atau amarah
Tetaplah ia rahmat dan berkah

Tarian hujan
Tarian kematian atau kehidupan


Baca Selengkapnya Yaaak...

[+/-] Selengkapnya...

heart collide

Tertawa meski hati menangis
Bercanda meski hati terluka
berkata meski hati mati rasa
bernyanyi meski hati teriris perih

mungkin kata bisa berdusta
tapi matanya katakan yang sebenarnya

mata itu kolam sejuta kata
mencurahkan siratan cerita
yang tak sempat diucapkan bibir pada dunia
yang terlupakan bibir untuk dicerca

mata itu jembatan ribuan derita
menghubungkan kosongnya hampa
yang tak sempat dirintihkan bibir pada dunia
yang terlupakan bibir untuk. diiba

mata itu cahaya ratusan rasa
mamancarkan hitamnya warna
yang tak sempat digambarkan bibir pada dunia
yang terlupakan bibir untuk dicipta

tapi
hati itu tempatnya satu kata, satu derita, satu rasa
kata tentang...
derita tentang...
rasa tentang...
dia

Baca Selengkapnya Yaaak...

[+/-] Selengkapnya...

imaji ....


Andai untaian cahaya bening itu bisa bertahan

Mungkin tak perlu ia menitik

Andai kehidupan itu begitu keras

Mungkin tak perlu ia hancur

Andai rasa itu tak perlu pedih

Mungkin tak pelu ia terjatuh

Terlambat

Terlambat untuk berhenti

Terlambat untuk bertahan

Terlambat untuk berdiri

Rasa telah tercipta

Bangun dari tidur panjangnya

Menari-nari menikmati cahaya

Seolah mata itu tak pernah tetutup sebelumnya

Rasa telah tercipta

Bangkit dari kematiannya

Menari-nari menikmati udara

Seolah jiwa itu tak pernah mati sebelumnya

Cahaya itu begitu hangat

Udara itu begitu segar

Menari-nari dalam pikirannya

Mengahangatkan dinginnya hidupnya

Menyegarkan gersangnya jiwanya

Tarian itu terus

Terus

Terus

Dan sampai saatnya

Cahaya itu menghilang

Udara itu menipis

Tarian hidup pun berhenti

Ingin ia tetap bersama cahaya dan udara itu

Terus menari sepanjang hidupnya

Tapi ia tak berkuasa atas cahaya dan udara itu

Mereka berkuasa atas dirinya sendiri

Menyinari yang ingin mereka terangi

Menyegarkan yang ingin mereka hidupkan

Ingin ia meyakinkan cahaya

Ia membutuhkannya untuk tetap hangat

Ingin ia meyakinkan udara

Ia menginginkannya untuk tetap bernafas

Tapi ia tak bisa

Dan tak akan pernah bisa

Kamis 01:26 am

Baca Selengkapnya Yaaak...

[+/-] Selengkapnya...

liar!!!!

Malam ini

Bersama keramaian aq menikmati kesendirianku

Bersama gelak tawa aq menikmati kesedihanku

Bersama senyuman aq menikmati kebisuanku

Semua tertawa karena mereka ingin tertawa

Semua bercerita karena mereka ingin bercerita

Semua berbagi karena mereka ingin berbagi

Dan aku

Tertawa diantara mereka

Bercerita bersama mereka

Berbagi dengan mereka

Bukan karena aq ingin tertawa, bersama dan berbagi

Karena aq takut....

Takut pada kesendirianku, kesedihanku dan kebisuanku

Aq takut

Aq takut

Aq takut

Aq benar-benar takut

Hingga akhirnya aq memilih

Memilih untuk hidup begini

Penuh kebohongan

Penuh kepura-puraan

Penuh kepalsuan

Sampai akhirnya

Aq mulai merasakan....

Berpura-pura adalah hal terbaik

Berterus terang merupakan kesalahan

Sampai akhirnya

Aq juga mulai bisa memaklumi

Jika seseorang berpura-pura kepadaku

Tertawa seolah mereka suka

Bercerita seolah mereka percaya

Berbagi seolah mereka perduli

Sampai akhirnya

Aq mulai menerima kepura-puraan sebagai kenyataan

Dan kenyataan adalah kepura-puraan

Semua sama asal mereka membuatku bahagia

Baca Selengkapnya Yaaak...

[+/-] Selengkapnya...

akulah si debu ...

Debu

Pernahkah kau melihhat sebuah debu

Yang menempel pada rambutnya

Yang menempel pada bajumu

Pernahkah kau terganggu oleh sebuah debu

Yang mengotori lenganmu

Yang mengotori kakimu

Tentu tidak

Seperti itulah aku

Seperti debu yang begitu ringan

Terbang kemanapun angin membawanya

Hingga akhirnya sampai kepadamu

Menempelimu

Mengotorimu

Tidak pernah kau coba tepiskan

Tidak pernah kau coba singkirkan

Tidak pernah kau coba perhatikan

Karena aku adlah debu

Sebuah debu

Dari jutaaan debu yang ada

Ada atau tidaknya diriku

Tak ada artinya bagimu

Baca Selengkapnya Yaaak...

[+/-] Selengkapnya...

she's not afraid to keep on living, she's not afraid to walk this world alone


Dia

Tertidur kaku dalam dingin

Merapatkan tubuhnya yang rentan dengan kaki dan tangannya yang lemah

Menenggelamkan kepalanya sedalam mungkin

Memejamkan mata setenang mungkin

Dia

Tertidur kaku dalam dingin

Membiarkan angin menyapu kering airmatanya

Membiarkan angin memainkan rambutnya yang kusut masai

Membiarkan angin menyelimutinya dalam kebekuan

Membiarkan angin mengoyak kulitnya yang tipis

Membiarkan angin menusuk tulangnya yang rapuh

Dia

Tertidur kaku dalam dingin

Menikmati angin itu

Membiarkannya terus bertiup

Membiarkannya

Meskipun menyakitinya

Dia

Yang tertidur kaku dalam dingin

Membutuhkan angin itu

Menginginkan angin itu

Tetap seperti itu

Tetap menyakitinya

Tetap menakutinya

Karena angin itu

Satu-satunya teman dalam hidupnya

Satu-satunya tempat berbagi

Satu-satunya tempat bercerita

Satu-satunya saksi akan kehidupannya

Seperti malam ini

Angin melihat cerita sedih lain dalam hidupnya

Angin melihatnya melakukan ketololan lainnya

Angin melihatnya menangis

Angin melihatnya terjatuh dalam ketakutan

Angin melihatnya bernapas dengan kegetiran

Angin melihatnya menatap dalam kehampaan

Angin melihatnya berjalan dalam ketidaksadaran

Dia

Malam ini

Melihat fatamorgana itu

Dia

Malam ini

Melihat cahaya itu lagi

Dia

Malam ini

Kembali berhalusinasi

Dia

Mendapati seberkas cahaya mendekatinya

Dia

Merasakannya meskipun tak mampu melihatnya

Dia

Mencoba menggapainya meskipun tak kan sanggup dilakukannya

Dia

Mengikuti cahaya itu meskipun tubuhnya kaku

Tapi cahaya itu

Berjalan menjauhinya

Memudar dan semakin lama semakin hilang di telan kegelapan

Dia

Terjatuh untuk sekian kalinya

Tertawa kosong dalam hatinya

Lalu menangis sejadi-jadinya

Dia

Menyesal

Seharusnya dia percaya bisikan angin

Seharusnya dia tahu itu hanya fatamorgana

Seharusnya dia sadar itu hanya halusinasi

Seharusnya dia mengakui bahwa tidak akan pernah ada cahaya

Seharusnya dia menerima kegelapan abadi dalam hidupnya

Seharusnya dia menerima takdirnya

Dia menangis

Kembali menangis

Dia terjatuh

Kembali terjatuh

Dia sakit

Kembali tersakiti

Bukanlah kegelapan, kebodohannya, harapannya

Yang dia tangisi selama ini

Tapi

Kenyaataan kalau dirinya sendiri dalam kegelapan dan kesakitan

Tidak ada yang perduli

Karena memang kegelapan itu memang tercipta hanya untuknya

Itu yang membuatnya menangis

Membuatnya sedih

Membuatnya tertidur kaku malam ini

Membuatnya selalu berharap ini hanya mimpi

Membuatnya berharap tidak terbangun lagi keesokan harinya

Sebuah harapan sederhana dari jiwa yang mati

Baca Selengkapnya Yaaak...

[+/-] Selengkapnya...

tHe beSt pOem i eVeR reaD



gw suka banget niy PuisI
aku tak mencintaimu seperti engkau adalah mawar,
atau topaz atau panah anyelir yang membakar.
Aku mencintaimu selayaknya beberapa hal
terlarang dicintai, diam - diam,
di sela - sela bayangan dan sukma.

Aku mencintaimu seperti tetumbuhan
yang urung mekar dan membawa jiwa
bunga - bunga itu di dalam dirinya,
dan karena cintamu,
aroma bumi yang pekat dan tumbuh diam - diam
di dalam tubuhku
Aku mencintaimu, tanpa mengerti bagaimana,
sejak kapan, atau dari mana.

Aku mencintaimu dengan sederhana,
tanpa kebimbangan, tanpa kesombongan:
Aku mencintaimu seperti ini,
karena bagiku tak ada cara lain untuk mencintai

Di sini, di mana "aku" dan "kau" tiada,
begitu erat, hingga tanganmu di atas dadaku
adalah tanganku
Begitu erat, hingga ketika kau tertidur,
kelopak matakulah yang tertutup.
by Pablo Neruda, Soneta 17

Baca Selengkapnya Yaaak...

[+/-] Selengkapnya...

Copyright 2009 deSTAlicious-1812's diary. All rights reserved.
Free WPThemes presented by Leather luggage, Las Vegas Travel coded by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy